Senin, 08 Oktober 2018

Mengenal Lebih Dekat Profil Raden Ayu Siti Hartinah - Pahlawan Nasional

Raden Ayu Siti Hartinah (23/08/1923 - 28/04/1996)
  

Dikenal dengan sebutan "Ibu Tien Soeharto" beliau adalah seorang isteri dari Presiden Indonesia kedua, Jendral Purnawirawan Soeharto. Siti menjabat sebagai penggerak Kongres Wanita Indonesia pada saat itu yang mendesak pentingnya larangan poligami. Lahir di Desa Jaten, Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 23 Agustus 1923. Tien merupakan anak kedua dari 10 bersaudara pasangan KPH Soemarhajomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo. Tien yang kemudiaan menikah dengan Soeharto pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta, Siti kemudiaan diberikan gelar Pahlawan Nasional tak lama setelah kematiaanya.

Dalam peran kehidupanya posisi Siti Hartinah sangatlah berpengaruh dalam menentukan beberapa keputusan penting. Antara lain Soeharto memutuskan terus menjadi tentara saat ia merasa mengalami badai fitnah pada tahun 1950. Soeharto nyaris berhenti dan menjadi petani atau supir taksi pada saat itu, Ia memberikan saran.

"Saya dulu diambil isteri oleh seorang prajurit dan bukan oleh supir taksi. Seorang prajurit harus dapat mengatasi setiap persoalan dengan kepala dingin walaupun hatinnya panas"

Siti Hartinah juga berpengaruh dalam pelarangan poligami bagi pejabat di Indonesia. sebagai penggerak Kongres Wanita Indonesia ia mendesak perlunya larangan poligami yang akhirnya keluar dalam wujud Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983 yang tegas melarang PNS untuk berpoligami dan juga UU Nomor 1 Tahun  1974 tentang Perkawinan.

Soeharto sendiri menegaskan kesetiaan kepadaanya.

"Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada lagi yang lainnya. Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Soeharto".

Beliau sangat mempengaruhi rencana sukses Soeharto pada akhir tahun 1990. Siti Hartinah kemudiaan  meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya pada hari Minggu 28 April 1996 dan Soeharto sangat terpukul atas kematiaan isterinya Siti Hartinah.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar