Selasa, 20 November 2018

Inilah Pahlawan Dari Papua Yang Terlibat Konfrensi Malino Tahun 1946


Frans Kaisepeo Beliau adalah seorang Pahlawan Nasional dari Papua. Ia lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 dan wafat di Jayapura, Papua, 10 April 1979 (pada umur 57tahun). Perannya dalam dunia politik yakni terlibat dalam Konfrensi Malino tahun 1946 yang membicarakan hal mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Dalam konfrensi tersebut ia mengusulkan nama Irian, yang memiliki arti dalam bahasa Biak yaitu tempat yang panas. Selain itu juga ia pernah menjabat sebagai Gubernur Papua pada periode tahun 1964-1973. Ia wafat dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura. Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan sebagai Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak selain itu namanya juga diabadikan di salah satu KRI yaitu KRI Frans Kaisepo.

Lalu pada tanggal 19 Desember 2016, ia diabadikan dalam uang kertas Rupiah baru pada pecahan Rp. 10.000.

Bandara Udara Frans Kaisiepo.



Selasa, 06 November 2018

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Bung Tomo - Peristiwa 10 November

Sutomo Atau yang lebih dikenal oleh rakyat Indonesia sebagai Bung Tomo. Lahir di (Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 - meninggal di Padang Arafah, Saudi Arabia, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun). Ia sangat dikenal sebagai pahlawan yang mampu membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembali pemberontakan kepada penjajahan Belanda melalui tentara NICA yang dikenal dengan pertempuran 10 November 1945 dan bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari Pahlawan.

Kehidupan Sosialnya :

      Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjoyo, yang merupakan seorang dari keluarga kalangan menengah, Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, staff pribadi di sebuah perusahaan, asissten di kantor pajak pemerintahan, dan pegawai kecil di ekspor-impor Belanda. Ia mengaku memiliki pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang.
      Ibunya darah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer. Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras dan memperbaiki keadaan. Namun pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil - kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Sutomo kemudiaan bergabung dengan KBI ( Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menjelaskan tentang kepanduan filsafat, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendidikan Jepang pada tahun 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.


Peran Dalam Peristiwa 10 November :

      Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudiaan ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada tahun 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsor oleh Jepang, hampir tak seorang pun mengenal dia Namun saat ini mempersiapkan Sutomo untuk perannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu pemimpin yang mampu menggerakan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis- habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan dari tawanan Eropa. Sutomo terutama dikenal perannya dalam pembukaan seruanya di siaran radio - radio yang penuh dengan semangat membara. Seperti apa pidato Bung Tomo yang mampu mengebrakan hati para rakyat berikut isi pidatonya :

Bismilahirohmannirohim..
Merdeka !!!

Saudara - saudara rakyat Jelata di seluruh Indonesia terutama saudara - saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semua telah mengetahui.
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan Pamflet - pamflet yang memberikan ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang ditentukan,
Menyerahkan senjata- senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah meminta supaya kita datang kepada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah meminta supaya kiat semua membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah pada mereka.

Saudara-saudara
Di dalam pertempuran- pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.
Pemuda- pemuda yang berasal dari Maluku
Pemuda- pemuda yang berasal dari Sulawesi
Pemuda- pemuda yang berasal dari Pulau Bali
Pemuda- pemuda yang berasal dari Kalimantan
Pemuda- pemuda dari seluruh Sumatera
Pemuda Aceh, pemuda tapanuli, dan seluruh pemuda Indonsesia yang berada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan mereka masing- masing.
Dengan pasukan - pasukan rakyat yang dibentuk di kampung - kampung.
Telah menemukan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.
Telah menunjukan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit dimana - mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara - saudara.
Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin - pemimpin lainnya ke Surabaya ini.
Maka kita ini tidak tunduk untuk memberhentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.
Dan setelah kuat sekarang inilah keadannya.

Saudara - saudara kita semuanya.
Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan Inggris itu,
dan kalau pimpinan tentara Inggris ada di Surabaya,
Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.
Ingin mendengar jawaban rakyat seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Dengarkanlah tentara Inggris.
Ini jawaban kita.
Ini jawaban rakyat Surabaya.
Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai Tentara Inggris !
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.
Kau menyuruh kita mengangkat tangan.
Kau menyuruh kita membawa senjata - senjata yang telah kita rampas dari Jepang untuk diserahkan kepadamu.
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa sekali lagi akan mengancam kita untuk mengempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita :
Selama banteng - banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih.
Maka selama itu juga tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun.

Saudara - saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting !
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak,
Baru kalau kita ditembak,
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukan bahwa kita ini adalah orang yang benar - benar ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara - saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita : Merdeka atau Mati !

Dan kita yakini saudara - saudara.
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,
Sebab allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah saudara - saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! 
Merdeka !


Jumat, 26 Oktober 2018

Apa Itu Hari Sumpah Pemuda - Siapa Saja Tokoh Yang Berperan Dalam Sumpah Pemuda ???


Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sebuah janji ini dianggap sebagai semangat untuk menegaskan cita - cita berdirinya negara Indonesia. yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan dua hari pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita - cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia" dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan - perkumpulan".

Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut bagaimana tercantum dalam dinding "Museum Sumpah Pemuda".

Pertama :
Kami poetra dan poetri Indonesia, Mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah, Indonesia.
Kedoa :
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga :
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjondjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober setiap tahunnya selalu diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda" Tokoh - tokoh yang berperan di ballik peristiwa Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :

1. Soegondo Jojopoespito


2. Muhamad Yamin


3. Soenario Sastrowardoyo


4. Wage Rudolf Soepratman



5. Amir Syarifuddin


6. Sarmidi Mangoensarkoro


Pencetus "Sumpah Pemuda" adalah Mohamad Yamin salah satu tokoh pencetus Sumpah Pemuda yang terkenal. Beliau tidak hanya dikenal sebagai tokoh dengan wawasan kebangsaan yang luar biasa, tetapi juga mempunyai kecerdasan dan kreativitas yang luar biasa. Beliau tidak hanya dikenal dengan gelar akademisnya tetapi juga dikenal sebagai sastrawan, sejarahwan, dan budayawan.
















Jumat, 19 Oktober 2018

Zainul Arifin Pahlawan Nasional Yang Terbunuh saat Peristiwa Pencobaan Pembunuhan Sukarno - Politisi Geriliyawan



Zainul Arifin yang memiliki nama lengkap sebagai Kiai Haji Zainul Arifiin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 beliau wafat di Jakarta, 2 maret 1963 pada usia 63 tahun) Beliau menjabat sebagai seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR dan Politisi Nahdlatul Ulama (NU). Selama riwayat hidupnya Zainul lahir sebagai anak tunggal pasangan raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan (Ayah) dengan bangsawan asal Kotanopan, Mandailing Natal. Ketika Zainul masih balita kedua orangtuanya bercerai dan ia dibawa pindah ke Kotanopan kemudian ke Kerinci, Jambi. Disana ia menyelesaikan School Indish Holand (HIS) dan sekolah menengah calon guru. Arifin juga memperdalam ilmu keagamaannya di madrasah dan surau saat menjalani pelatihan bela diri yaitu pencak silat. Arifin juga adalah seorang yang aktif dalam bidang keseniaan seperti sandiwara musik melayu, Stambul Bangsawan sebagai penyanyi dan pemain bola. Stambul Bangsawan yang merupakan awal perkembangan seni panggung sandiwara modern Indonesia. Dalam usia 16 tahun, Zainul merantau ke Batavia (Jakarta).

Kehidupan Politiknya sejak masa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Zainul Arifin langsung duduk dalam Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat ( BP KNIP), cikal bakal lembaga legislatif MPR/DPR. Hingga akhir hayatnya Arifin aktif di parlemen mewakili partai Masyumi dan kemudiaan partai NU setelah NU keluar Masyumi tahun 1952. Hanya selama 1953-1955 ketika menjabat sebagai wakil perdana menteri dalam kabinet Ali menyelengarakan Konfrensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

Pemilu tahun 1955 menghantarkan Zainul sebagai anggota Majelis Kositusie sekaligus wakil DPR sampai kedua lembaga dibubarkan Sukarno melalui Dekret Presiden 5 Juli 1959. Memasuki era Demokrasi terpimpin itu, Arifin bersedia mejadi Ketua anggota DPR Gotong Royong (DPGR) sebagai upaya partai NU membendung kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di parlemen. Di tengah meningkatnya suhu politik pada 14 Mei 1962, saat salat Idul Adha di barisan depan bersama Sukarno, Zainul tertembak peluru yang diarahkan seorang pemberontak DI/TII dalam pencobaanya membunuh presiden. Lalu Zaniul Arifin wafat tanggal 2 maret 1963 setelah menderita luka bekas tembakan di bahunya selama sepuluh bulan.

Minggu, 14 Oktober 2018

I GUSTI NGURAH RAI - Sejarah Singkatnya

I GUSTI NGURAH RAI 

Brigadir TNI I Gusti Ngurah Rai adalah seorang pahlawan Indonesia dari kabupaten Badung, Bali. Beliau lahir di Carang Sari Kabupaten Badung 30 Januari 1917 dan wafat 20 November 1946 kemudiaan dimakamkan di Candi Marga Tabanan Bali. Ngurah Rai memiliki pasukan yang bernama pasukan "Ciung Wanara" yang melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana.

Ayahnya bernama I Gusti Ngurah Palung yang berprofesi sebagai Manca (jabatan setingkat camat). Setelah menamatkan pendidikannya di HIS Denpasar dan MULO Malang, tahun 1936 beliau melanjutkan pendidikan Voor Reserve Officieren (CORO) di Magelang. Pada masa pendudukan Jepang, Ngurah Rai bekerja sebagai intel sekutu di daerah Bali dan Lombok.

Puputan Margarana ( Puputan dalam bahasa bali, berarti "habis-habisan", sedangkan Margarana berarti "Pertempuran di Marga". Marga adalah sebuah desa atau ibukota kecamatan di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali) Di tempat puputan tersebut lalu didirikan sebuah Taman Makam Pahlawan Margarana.

Setelah Indonesia Merdeka pemerintah Indonesia I Gusti Ngurah Rai membentuk TKR Sunda kecil dan beliau menjadi komandannya dengan pangkat Letnal Kolonel. Ngurah Rai kemudian pergi ke Yogyakarta untuk konsolidasi dan mendapatkan petunjuk dari pimpinan TKR. Sekembalinya dari Yogyakarta, Bali ternyata sudah dikuasai oleh Belanda.

I Gusti Ngurah Rai membentuk kembali pasukanya yang telah tecerai berai dan memberi nama pasukannya Ciung Wanara. Setelah itu mereka melakukan penyergapan terhadap kedudukan Belanda di desa Marga Tabanan Bali. Belanda kemudiaan melancarkan serangan besar - besaran lewat darat dan udara. Ia gugur bersama seluruh pasukannya untuk perang puputan (habis-habisan). Lalu ia gugur bersama seluruh pasukanya disebelah timur laut tabanan (Bali Selatan).

Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra, dan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI (Anumerta). Namanya kemudiaan diabadikan dalam nama Bandar Udara di Bali, Bandara Udara Intenasional Ngurah Rai.

Senin, 08 Oktober 2018

Mengenal Lebih Dekat Profil Raden Ayu Siti Hartinah - Pahlawan Nasional

Raden Ayu Siti Hartinah (23/08/1923 - 28/04/1996)
  

Dikenal dengan sebutan "Ibu Tien Soeharto" beliau adalah seorang isteri dari Presiden Indonesia kedua, Jendral Purnawirawan Soeharto. Siti menjabat sebagai penggerak Kongres Wanita Indonesia pada saat itu yang mendesak pentingnya larangan poligami. Lahir di Desa Jaten, Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 23 Agustus 1923. Tien merupakan anak kedua dari 10 bersaudara pasangan KPH Soemarhajomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo. Tien yang kemudiaan menikah dengan Soeharto pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta, Siti kemudiaan diberikan gelar Pahlawan Nasional tak lama setelah kematiaanya.

Dalam peran kehidupanya posisi Siti Hartinah sangatlah berpengaruh dalam menentukan beberapa keputusan penting. Antara lain Soeharto memutuskan terus menjadi tentara saat ia merasa mengalami badai fitnah pada tahun 1950. Soeharto nyaris berhenti dan menjadi petani atau supir taksi pada saat itu, Ia memberikan saran.

"Saya dulu diambil isteri oleh seorang prajurit dan bukan oleh supir taksi. Seorang prajurit harus dapat mengatasi setiap persoalan dengan kepala dingin walaupun hatinnya panas"

Siti Hartinah juga berpengaruh dalam pelarangan poligami bagi pejabat di Indonesia. sebagai penggerak Kongres Wanita Indonesia ia mendesak perlunya larangan poligami yang akhirnya keluar dalam wujud Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983 yang tegas melarang PNS untuk berpoligami dan juga UU Nomor 1 Tahun  1974 tentang Perkawinan.

Soeharto sendiri menegaskan kesetiaan kepadaanya.

"Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada lagi yang lainnya. Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Soeharto".

Beliau sangat mempengaruhi rencana sukses Soeharto pada akhir tahun 1990. Siti Hartinah kemudiaan  meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya pada hari Minggu 28 April 1996 dan Soeharto sangat terpukul atas kematiaan isterinya Siti Hartinah.









Selasa, 02 Oktober 2018

10 Pahlawan Revolusi Yang Gugur Saat G30SPKI

Penghianatan Partai Komunis Indonesia pada tanggal 30 Spetember atau yang lebih dikenal sebagai peristiwa G30SPKI tentu menorehkan sejarah kelam bagi negara Indonesia, peristiwa ini ditandai dengan pembunuhan sadis terhadap sejumlah perwira militer pada tahun 1965 baik di Jakarta maupun di Yogyakarta. 10 korban Pahlawan pejuang saat itu diberi gelar sebagai pahlawan Revolusi oleh preseiden Soekarno. Gelar tersebut juga diakui sebagai pahlawan nasional berikut adalah daftar Pahlawan Revolusi yang gugur saat peristiwa G30SPKI :

1. Jendral TNI (Anumerta) Ahmad Yani


       Beliau merupakan komandan Tentara Nasional Angkatan Darat yang menjabat sebagai Staff  TNI AD pada tahun 1962-1965 Jendral Ahmad Yani dibunuh oleh anggota G30SPKI dirumahnya di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 1965 dini hari. Ia meninggal pada usia 43tahun yang lahir di Purworejo 19 Juni 1922, Beliau memang dikenal sebagai sosok yang sangat anti komunis ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan preseiden Indonesia yaitu Ir.Soekarno.

 
2. Letnan Jendral TNI (Anumerta) Raden Suprapto


    Mengawali awal kegiataan militernya saat bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) ia lahir di Purworejo 22 Juni tahun 1920 Beliau merupakan salah satu orang yang pernah menjadi ajudan Panglima Besar Jendral Sudirman dan Ia pun berjuang dalam pertempuran Ambarawa Beliau wafat di usia 45 tahun.


3. Letnan Jendral TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono


    Ia lahir di Surabaya tanggal 20 Januari 1924, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dalam tiga bahasa asing, Beliau menempuh pendidikan tinggi yang didirikan Jepang di Jakarta MP. Haryono memutuskan bergabung menjadi Tentara saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

 
4. Letnan Jendral TNI (Anumerta) Siswondo Parman

      Lahir di Wonosobo 4 Agustus 1918 berpangkat sebagai Mayor Jendral beliau diangkat sebagai Asisten pertama di bidang intelejen pertama Angkatan Darat yaitu Jendral Ahmad Yani. S Parman wafat pada usia 47 tahun.


5. Mayor Jendral TNI (Anumerta) Donald Isaac Panjaitan


    Lahir di Balige Sumatera Utara Juni tahun 1925 merupakan salah satu perintis dibalik lahirnya TNI Panjaitan mencatat prestasi dalam pembongkaran senjata dari China untuk PKI, ia dibunuh oleh sekelompok G30SPKI dirumahnya dalam kondisi memakai seragam dan atribut lengkap.

 
6 .Mayor Jendral TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo


   Beliau lahir di Kebumen 28 Agustus tahun 1922, Sutoyo diangkat sebagai Inspektur Kehakiman atau Jaksa militer utama tahun 1961 wafatnya Sutoyo karena dinunuh oleh pasukan G30SPI di lubang buaya setelah diculik dirumahnya.

 
7. Kapten (Anumerta) Pierre Adreas Tendean


    Merupakan sosok asisten ajudan jendral besar TNI Abdul Haris Nasution perwira militer ini lahir pada tanggal 21 februari 1939 megawali karier militernya sebagai intelejen dan ia pun terbunuh karena ditembak oleh pasukan G30SPKI yang saat itu mengira Pierre Adreas Tendean  adalah Nasution.

 
8. Aipda (Anumerta) Karel Satsuit Tubun


    Beliau lahir di Maluku Tenggara pada 13 oktober tahun 1928 K.S Tubun merupakan ajudan salah satu menteri kabinet Soeharto Johan S. Lemena yang rumahnya persis disamping Jendral besar Tni Abdul Haris Nasution. Ia wafat pada usia 36 tahun dan menjadi satu - satunya korban G30SPKI yang bukan dari anggota Tni K.S Tubun tertembak saat PKI mengepung rumah Nasution yang menjadi Target utama PKI.


9. Brigadir Jendral TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo


    Lahir di Sragen 5 februari tahun 1923 Brigjen Katamso merupakan mantan komandan pamungkas yang dibunuh pada peristiwa G30SPKI di wilayah Kentungan Yogyakarta.


10. Kolonel Infanteri (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto


      R. Sugiyono Mangunwiyoto lahir di gunung kidul 12 agustus tahun 1926 Ia menjabat sebagai mantan kepala staff  Pamungkas sebelum terbunuh oleh anggota G30SPKI di Kentungan Yogyakarta. Beliau meninggal saat isterinya tenggah mengandung seorang puteri mereka dan setelah lahir puteri tersebut diberikan nama Sugiyati Takarina oleh Presiden Soekarno.

Untuk mengenang nama- nama revolusi pemerintah menggunakan nama - nama tersebut sebagai nama jalan di kota - kota besar di Indonesia.